Sejarah Desa

Sumber Anyar merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso. Secara historis, nama Sumber Anyar merupakan adopsi dari nama desa Sumber Jeruk dan dusun Karang Anyar. Dusun Karang Anyar sendiri adalah salah satu dusun di desa Sumber Jeruk, akan tetapi mayoritas warga disana lebih mengenalnya dengan sebutan Karang Kesak. Mereka menyebutnya demikian karena terdapat kebiasaan Buang Air Besar (BAB) di ladang/kebun dan membersihkanya dengan daun, dimana kebiasaan tersebut dalam bahasa Madura berarti “Kesak”. Sehingga itulah alasan mengapa dusun Karang Anyar sangat populer dengan nama Karang Kesak.

Seiring bergulirnya waktu, kondisi sosial-ekonomi masyarakat semakin tidak menentu. Segala aspek yang berkaitan dengan pembangunan hanya berfokus pada daerah yang kini disebut desa Sumber Jeruk. Sementara dusun Karang Anyar tidak mendapat cukup perhatian dari pemerintah desa. Tahun 2007, warga dusun Karang Anyar melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di Kecamatan Jambesari Darus Sholah yang menuntut adanya pemerataan pembangunan. Aksi ini diketuai oleh Bapak Sayidi serta didampingi oleh Kapolres, Koramil dan DPR. Menindaklanjuti aksi tersebut, pada malam harinya diadakan musyawarah desa yang diprakarsai oleh BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Setelah melalui proses yang cukup pelik, akhirnya BPD mengeluarkan keputusan yang menguntungkan bagi Karang Anyar. Yakni pemekaran desa dari Sumber Jeruk. Alhasil lahirlah desa Sumber Anyar yang namanya diadopsi dari nama desa Sumber Jeruk dan dusun Karang Anyar.